Intan Putri Utami, mahasiswa berprestasi STIKes Bumi Persada, Lhokseumawe.

PAGI itu, Intan Putri Utami baru saja tiba di Kampus STIKes Bumi Persada di Simpang Elak, Desa Alue Awe, Buket Rata, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Senyumnya sumringah. Ia adalah seorang mahasiswi berprestasi di kampus itu. Anak kedua dari pasangan H Jartani dan Eryani itu adalah hafizah Quran populer di Lhokseumawe.

Tahun 2009, Intan–panggilan akrab Intan Putri Utami–meraih juara satu hifzil Quran untuk kategori sepuluh juzz. Pada tahun yang sama Intan juga meraih juara tiga hifzil 20 juz. Gadis yang menamatkan madrasah tsanawiyah di Kuala Lumpur, Malaysia dan madrasah aliyah di Selangor, Malaysia ini pernah mengikuti MTQ di Malaysia tahun 2007. Saat itu, dia ikut kategori hafiz lima juz dan berhasil meraih juara satu.

Sejak kecil, dara ini mendapat pendidikan agama yang mantap dari ayahnya selaku Imam Masjid Baiturrahman, Lhokseumawe, H Jartani. Sejak saat itulah, dia gemar menghafal Alquran. Selain itu, dia juga gemar membaca buku-buku tentang motivasi hidup.

Lalu, mengapa Intan memilih kuliah di jurusan kebidanan? “Niat saya itu ingin membantu ibu bersalin dengan baik. Meminimalkan angka kematian ibu dan anak. Orang tua mendukung niat saya itu. Sehingga, saya memutuskan untuk kuliah di kebidanan,” sebut Intan. Intan pun rajin belajar. Hasilnya, dia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,53.

Gadis murah senyum itu terus berkarya. Menjadi penghafal Quran dan meraih cita-citanya menjadi bidan. Sebuah cita-cita mulia, membantu kaum ibu melahirkan. “Semoga, cita-cita ini tercapai dan saya bisa membantu banyak ibu melahirkan,” pungkas Intan.